Rabu, 21 Juli 2010

hidup ini

aku tak tau apa yg harus aku tulis..rasanya lelah banget hidup ini tapi harus tetp disyukuri,,menantang yang namanya kebenaran yg sulit datang dengan cuma = cuma..walau aku gag tau dimana letak kepuasan,tapi yang pasti aku gag tau apakah aku ini sudah benar..?? dengan hidup yang singkat ini aku mengadu jiwa antara aku dan hawa nafsu..sulit terbayangkan jika pada akhirnya aku bisa seperti ini,,nasip yang mungkin tak ada dalam mimpiku sekalipun ternyata aku mengalaminya sekarang..mungkin suatu hal yang kecil terselip yang tak dapat aku mengerti kalau itu adalah tanda bahagia..ornag orang yang aku sayang serta mereka yang perduli dan tal jarang mencaci..mereka adalah bagian dari halaman cerita hidupku yang sempurna diciptakan Tuhan..

Kelak aku hanya menginginkan aku gag jadi orang yang celaka..mau bercerita apa aku juga sulit menulisnya..bayangan dan keseharian disekolah..belajar dengan teman2 ..punya guru seperti mereka...kekasihku tercinta..orang tuaku yang sempurna pula adalah hidup yang indah sekali...

terimakasih atas kesempatan ini Tuahan..kesempatan untuk menikmati hidup didunia yang amat sangat membuatku terkesan serasa KULTUM...hheheheheee

jika diantara yang aku buat ini adalah suatu kesalahan yang fatal..aku akan mengakuinya dan tak menolak keadilan dari-Mu Tuhan...
Ai Love You.God..!!!

Selasa, 01 Juni 2010

ayah...

semoga engkau bahagia disana ayah... aku sangat merindukanmu..masihkah engkau dapat merasakan cinta ini? aku sayang banget sama ayah...walau ku tak pernah lagi ingat wajahmu yang kata mama amat sangat tampan...aku pengen ketemu ayah secepatnya...aku pengen nemenin ayah..baik-baik disana ya Yah...kakak slalu berdoa semoga ayah disana tenang, dan punya banyak teman, jangan merasa kesepian ya ayah.. karna sesungguhnya aku berada dihatimu.. ayah..seperti apa ayah sekarang ini? huhf,Ya Rob,, bahagiakan ayahku Ya Rob, ampuni segala dosa-dosanya.. karna sesungguhnya beliau belum sempat mengingatmu... jika Engkau ingin menghukum... hukumlah aku... jangan ayahku Ya Rob... aku merindukannya...berilah ampunan dan kasih sayang-Mu untuk ayahku tercinta... amien..amien..

Jumat, 16 April 2010

Senangnya...

Aku paling seneng banget dengerin lagu ini..buatku lagu ini bisa ngebangkitin rasaku yang seringkali lelah begitu saja...
Like This...

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar
Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
....

eapz...nice..!!!

Welcome......


Hey..hey..salam jumpa di dunia maya yang oke banget dan sangat nyenengin. Kenalin namaku Yulianti, sering di panggil YULI tapi temen-temen sekolah sering manggil aku Ulie biar imut aja..hehehee.. Aku asli dari Desa Doplang-Blora-Jateng. Aku berkelana mencari setumpuk ilmu di kota Semarang tepatnya sekolahku di Jl. Pandanaran II No. 12, yaitu sekolah yang cukup dikenal para warganya SMK N 8 Semarang. Aku senang berada di sini, aku mengambil jurusan TIK tepatnya program keahlian MUltimedia. Minatku yang seneng gambar, tapi yang utama suka komputer.hehehehee...
.....
Kebanggaanku masuk di Multimedia, aku disini diajari desain grafis, photography, web desain, jaringan, perakitan, Animasi, Editing dan masih banyak yang lain. Ea gag ngebanggain tapi yang pasti cukup nyenengin buat aku,,eah..dunia Multimedia yang asyiiik banget...
Udah yea kenalannya,,, yang pasti aku cewex gag cantik tapi manis, gag pinter tapi minimal ngerti, gag putih tapi blacksweet girl, hehehee...ortu Ibu ma Adhek aku ada di Doplang dan Ayah aku ada di Jakarta..aku di Semarang ikut Budhe...
Oke..udah dulu cuap - cuapnya..silahkan berjelajah di duniaku ini.., jangan lupa tinggalkan komentar ea....
_-_ Trim's _-_

Kamis, 15 April 2010

Let's See...


Kembali




“ Segalanya telah kuberikan tapi kau tak pernah ada pengertian, mungkin kita harus jalani … cinta memang cukup sampai disini…”
Sebelum reff kedua, tombol standby pada music player dimatikan Arief. Telinganya terasa sudah capek mendengarkan audio apa saja, dia pengen tidur. Malam begitu sepi, dingin tak enak. Menengok HP disaku sejenak, tampak di layar jam menunjuk angka dua dini hari. 8 Oktober 2008, terfikir olehnya besok jam setengah enam kereta akan membawa kekasihnya pergi dan dia tidak mau melewatkan event mengantarnya. Sedetik kemudian, dia seting alarm pukul lima pagi, dengan volume paling keras berharap bisa menariknya kembali dari dunia mimpi. Ia mulai memejamkan mata dan berkata “ I love You, yank…”
Tapi bulan Oktober ini, adalah awal dari bulan yang sangat menyiksa Arief. Dia mulai memejamkan mata dan tepat pukul lima pagi, 8 Oktober 2008. Alarm berbunyi sangat keras mungkin bisa berimbas layaknya nyamuk lapar yang tidak bisa keluar dari telinga. Tapi itu belum cukup bisa membuat Arief kembali dari dunia mimpi. Dua menit berlalu, alarm berhenti seolah bosan setelah berteriak dan kehabiasan tenaga. Namun beberapa detik sebelum setengah enam pagi, ada sesuatu yang membuat Arief terbangun, hawa dingin di pagi hari yang di bawa sang 8 Oktober dan rasa ngantuk karena efek oksigen dalam otak sejenak terasa pergi saat Arief tau apa yang dia ingat, dia harus lakukan pada pagi itu. Sepuluh menit berlalu, Arief beranjak dari rumah dengan sedikit doa mengiringi langkahnya memohon agar kereta yang akan membawa kekasihnya pergi itu datang terlambat.
Ada pesan singkat yang dibaca Arief dan dia tau itu dari kekasihnya. Telah tiba di gerbang pemberhentian kereta. Sedikit keberuntungan karena kereta belum tiba. Arief berjalan agak pelan, otaknya memerintah matanya untuk mencari dimana Yuli berada. Dia masuk ke dalam peron mengitari tiang penyangga, kemudian dengan langkah berbunyi pelan, dia masuk ke ruang tunggu yang tersambung dengan loket tempat pelayanan pembelian karcis. Dia tak tau dimana Yuli berada. Sesaat terselip asa sambil berjalan menuju pintu pagar besi stasiun, di ujung pintu dia mendengar sapa yang tak asing namun terasa jauh ditelinganya. Ternyata itu suara teman lamanya. Sedikit obrolan dengan pikiran yang tak bisa fokus kepembicaraan. Arief tak begitu semangat, walau dihadapannya kini sosok teman yang sudah hampir satu tahun tak bertemu bercakap dengannya.
Namun asa itu pudar, ketika dia membalikkan badan dia melihat sosok yang dicarinya. Dengan mengirim senyumannya, Arief mendekati kekasihnya setelah tinggalkan pembicaraan bersama teman lamanya. Sedikit pembicaraan dengan tawa dan canda terselip didalamnya. Dalam pembicaraan itu, Yuli begitu pintar, bisa menyembunyikan masalah yang dihadapinya dari Arief. Masalah yang membuat akhir tahun 2008 begitu suram berimbas pada hubungan mereka.
Sosok Arief kini tak begitu spesial dimatanya. Sangat bertolak belakang dengan apa yang dirasakan Arief. Dia begitu memuja kekasihnya, Yuli. Arief tak sanggup lagi berpaling darinya, baginya Yuli begitu indah, begitu berharga. Beberapa menit sebelum waktu menunjukkan pukul tepat enam pagi, bunyi itu membuat hati Arief ada yang kurang. Dia masih ingin berdua dengan kekasihnya. Rasa rindu tak kunjung reda walaupun terus menatap mata indah Yuli.
Bunyi yang mengundang kereta datang, untuk istirahat sejenak menjemput para penumpang. Arief tak peduli dengan kata – kata Yuli tentangnya yang akan lama tak kembali pulang. Arief menganggapnya hanya sebagai canda pembangkit rasa rindu. Masih dengan kepintarannya menyembuyikan masalah dari Arief. Yuli memberi sedikit kecupan manis buat Arief sebelum pergi meniggalkannya. Rasa yang penat, menyelimuti hati Arief saat kereta berangkat, hanya selang beberapa menit berhenti. Arief terus menatap kereta itu sampai tak bisa terjangkau matanya. Dia merenung sendiri untuk beberapa waktu kedepan tanpa kekasihnya.



Arief pulang dengan rasa penat itu masih terus bisa dia rasakan, membuat banyak makanan sulit masuk ke rongga mulutnya. Sejenak menutup mata, sedikit melupakan kepenatan itu. Setelah istirahat yang hanya di isi dengan memikirkannya, Arief membaca pesan singkat yang dikirim beberapa saat sebelumnya tentang Yuli yang telah menginjak di tempat tujuannya yaitu Semarang, kota yang membawa kekasihnya pergi, kota yang sesaat menambah kepenatan hati Arief.
Malam harinya Yuli mengirim pesan singkat bertuliskan
“ Rief, aku sudah tak bisa melanjutkan hubungan ini. Aku minta cukup sampai disini, maafin aku, aku nggak bisa kembali sama kamu lagi.“

Arief mengirim pesan singkat kepada teman – temannya untuk menanyakan apakah ini benar – benar terjadi, dan mereka bilang

“ Masak??? Nggak mungkin!!! Itu Cuma bercanda. Nggak mungkin seorang Arief dibuang.”

Arief berusaha mempercayai mereka, dia selalu berfikir positif tentang kata – kata negatif dari Yuli. Malam itu Arief begitu kacau melayang – layang, bumi sudah kosong pikirnya. Dia satu – satunya teman hidup di bumi yang kosong itu menolak untuk bersama. Berkali – kali permohonan yang tulus, syarat akan cinta dia tolak. Kini Arief menderita syndromeZouleyloveriouss. Tapi Arief tetap tidak mau melepaskan Yuli.
Setelah kejadian itu, Yuli tidak pernah mengabari Arief, semua pesan dan telepon darinya tak pernah Yuli tanggapi. Pada akhir bulan Oktober ini Arief ada acara bersama teman – teman bandnya untuk mengikuti audisi. Dua hari sebelum itu, Arief tidak bisa konsentrasi latihan. Teman – temannya merasa muak pada Arief. Dan untuk pertama kalinya dia ingin mencoba untuk melupakan Yuli. Tapi, tetap saja nggak bisa. Waktu Arief tampil di panggung, dia merasa ada yang aneh dia merasa kalau Yuli tidak mugkin bercanda, ada sesuatu dibalik ini semua. Tapi sudahlah Arief tak ingin mengecewakan teman – temannya sebab ini juga akhir perpisahan mereka. Dan Arief berkata

“ Maaf teman aku nggak bisa maksimal, aku nggak bisa kasih yang terindah di akhir perpisahan kita ini.”


Tanggal dua belas sejak menit pertama di hari ke dua belas bulan Desember. Yuli memberikan warna yang sangat hijau dimata Arief, begitu hijau menyejukkan hati. Dia berikan kesejukkan yang belum terasa. Dia tebar janji untuk kembali pada Arief. Arief berfikir itu hanya akal – akalan Yuli saja biar dia tidak terlarut dalam sedih. Dengan kalimat belakang “ Tapi aku nggak tau kapan..”
Arief berfikir kembali, “ mungkin di kehidupan selanjutnya.” Dan itu tak mungkin , pikirnya.

“mungkin di kehidupan selanjutnya, setelah kehidupan ini berakhir jika Tuhan berkenan menyatukan kita.” lanjutnya dalam hati.

“ Sudahlah lupakan dia, kamu konsen aja bangun masa depanmu.” berkali – kali kalimat itu dia sematkan dalam otak Arief. Entah sudah berapa kalimat hingga membentuk paragraf atau mungkin sebuah buku dengan kalimat yang sama. Tapi tetap saja dibalik semua kalimat itu ada sebuah nama yang begitu menyayat hatinya yaitu Yuli.

“Sudahlah aku cukup senang akan hal ini, berarti ini peluang untukku kembali bersamamu.” kata Arief.

Kini dia mulai percaya lagi dengan Yuli, dia percaya bahwa Yuli benar – benar masih sayang padanya dan pasti kembali. Saatnya menyusun kembali puing – puing kehancuran yang tercecer dan menjadikan keutuhan yang dapat memperkuat kembali hubungan mereka tanpa adanya kata perpisahan, yang ada hanya rasa kasih sayang dan kebersamaan.

Dunia Bukan Tujuan

Sebelum melihat pelangi,haruslah dulu turun hujan.Dan apabila sekarang kamu sedang kehujanan, pastilah sebentar lagi kamu akan menikmati indahnya pelangi.Begitu pula sebuah ilusi kehidupan, suatu yang bahagia itu datang dengan mudahnya apabila sudah kita alami kesusahan yang begitu hebatnya. Tak jarang harus juga mengalami musim gugur yang panjang untuk menuai semaian yang baru, atau malah hanya perhatian panjang yang berujung penyesalan sebab adanya suatu kerapuhan. Hidup yang di cari secara hakiki itu, tidaklah ada gunanya, ketika kita harus melangkah, mengayunkan tangan, mengedipkan mata, menghirup udara, dan menghela nafas, disanalah hakiki akan terkikis. Hakiki akan semakin menipis, sebab dunia ini sudah tua, uzur baginya bila suatu kehakikian harus di cari dan dijadikan tujuan, duniawi bukan suatu tujuan ini hanya melintas persinggahan yang terkadang kita harus di tolak untuk sekedar menumpang, dan kembali di landa kemelut yang kian menyiksa, serta amarah untuk dapat saling berkuasa, itulah hawa nafsu yang ada dalam jiwa manusia yang senantiasa mengejar nikmat dunia. Berawal dari kesurahan dan mendadak menjadi bangsawan, maka dia akan terlena dan terperdaya, membalaskan dendamnya pada waktu dahulu dia di landa kengerian dalam kerasnya kehidupan.Berusha bersikap baik tapi tidak di terima dan di tampik. Dia hanya diuji dengan berbagai cara dan akhirnya menghalalkan berbagai jalan. Mungkin dengan ini dia lebih merasa dihargai, tapi sesungguhnya itu bukanlah suatu kebahagiaan yang hakiki, itu semata hanya ada dalam hati kecilnya saja yang sesungguhnya memberontak dan menolak, tapi ukuran derajat dan pandangan orang lain untuk dihargai lebihlah tinggi, dan semua akan berakhir sempurnya jika ajal telah tiba, disanalah suatu bahagia yang hakiki dimana kebahagiaan yang dibangun dari usaha yang dirintisnya akan berbuah hasil di dalam suatu dunia yang berbeda yang tak pernah terfikir olehny sebelumnya. Dan disanalah baru ada penyesalan yang diiringi dengan isak tangis dan ceceran hati yang tlah rapuh, peka akan dosa.